Kamis, 02 Desember 2010

Keamanan Nasional di Wilayah Perbatasan


Kepentingan pertahanan Negara di wilayah perbatasan ditinjau dari astra-gatra adalah sebagai berikut;Aspek Geografi, meliputi kebutuhan infrastruktur jalan penghubung, lapangan terbang, landasan Heli atau airstrip, sarana komunikasi yang memadai (sesuai persfektiv ancaman) untuk keperluan mendeteksi dan penindakan, dengan demikian perlu adanya peta yang akurat terkait wilayah perbatasan, baik untuk pembangunan maupun pertahanan.

Aspek Demografi, meliputi pengisian dan pemerataan penduduk, baik untuk kepentingan pembangunan wilayah dan juga pertahanan Negara, karena itu perlu ada suatu pengaturan distribusi penduduk serta perkuatannya dengan jalan mengirimkan transmigrasi ke wilayah perbatasan. Aspek Sumber Daya Alam, perlu dilakukan pemetaan potensi Sumber Daya Alam di wilayah perbatasan, baik untuk kepentingan pemanfaatannya maupun untuk melindunginya.

Aspek Ideologi, perlu di ketahui ideology seperti apa yang terdapat di wilayah tersebut, dan bagaimana mengembangkan serta mengelolanya sehingga ideology yang kuat adalah persatuan dan kesatuan NKRI serta diharapkan mampu menangkal pengaruh dari ideology asing.

Aspek Politik, meliputi pemahaman system politik yang ada dan berkembang di wilayah tersebut, dan upaya mensosialisasikan politik nasional dan mengupayakan terselenggaranya aparat pemerintahan yang cakap dan sebagai patner dan pelopor di wilayah perbatasan.

Aspek Ekonomi, meliputi konsep dan pelaksanaan pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan dengan tujuan agar suatu saat dapat menjadi bagian dari logsitik wilayah.
Aspek Sosial Budaya, meliputi peningkatan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, pelayanan umum, serta meningkatkan nilai-nilai lokal menjadi suatu budaya lokal yang mampu menahan pengaruh budaya asing.Aspek Pertahanan, meliputi pembangunan pos-pos perbatasan, pembentukan Sabuk Pengamanan dan menggalang kemampuan pembinaan wilayah yang memadai serta perangkat komando yang cakap.




Tata Kelola Wilayah perbatasan

Pembangunan wilayah perbatasan perlu diselenggarakan secara terpadu antara pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Dengan berpedoman terhadap wawasan pembangunan nasional, dalam rangka mewujudkan satu kesatuan Ipoleksusbud dan pertahanan. Pembangunan wilayah perbatasan disesuaikan dengan prioritasnya, pembinaan aparat pemerintah, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan memelihara rasa nasionalisme penduduk.

Dari sisi pertahanan maka wilayah perbatasan merupakan daerah pertahanan terdepan, oleh karenanya harus mampu berperan sebagai sabuk pengaman (safety belt), karena itu tata ruangnya harus dibangun sesuatu dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Dengan demikian aspek tata ruangnya harus berorientasi pada lini pembangunan yang sejajar dengan garis perbatasan, yang lebarnya disesuaikan dengan kondisi serta ancaman setempat.

Sesuai dengan kebijakan bertetangga yang baik, maka pembangunan di wilayah perbatasan harus terintegrasi dengan pengembangan wilayah kedua Negara, serta terjalin semangat kerjasama regional yang bagus. Untuk itu perlu kerjasama yang baik dengan Negara tetangga.

Tidak ada komentar: